Senin, 10 Desember 2012

makalah ekonomi





MAKALAH EKONOMI
TEORI PEMBANGUNAN EKONOMI



 















Disusun Oleh XI IPS 1

1.    Iwan Rusliyanto  13
2.    Muhammad  17
3.    Adi Wicaksono  01


SMA NEGERI 1 KUTOWINANGUN
TAHUN AJARAN 2012/2013

                                                        
TEORI PEMBANGUNAN EKONOMI

1.Teori Adam Smith

Adam smith adalah ahli ekonomi klasik yang dianggap paling terkemika. Karyanya yang sangat terkenal, adalah sebuah buku yang berjudul An Inquiry the nature and cause of the wealth of nations yang diterbitkan 1776, terutama menyangkut permasalahan pembangunan ekonomi.
a.   Hukum alam
Adam Smith meyakini berlakunya doktrin “hukum alam” dalam persoalan ekonomi. Ia menganggap setiap orang sebagai hakim yang paling tahu akan kepentingannya sendiri yang sebaiknya dibiarkan dengan bebas mengejar kepentingannya itu demi keuntungannya sendiri. Dalam mengembangkan kepentingan pribadinya itu, orang akan memerlukan barang-barang keperluan hidupnya sehari-hari. Dalam melakukan ini, setiap individu dibimbing oleh suatu”kekuatan yang tidak terlihat “yaitu pasar persaingan sempurna yang merupakan mekanisme menuju keseimbangan secara otomatis, cenderung untuk memaksimumkan kesejahteraan nasional.
b.  Pembagian kerja
Pembagian kerja adalah titik permulaan dari teori pertumbuhan ekonomi Adam Smith, yang meningkatkan daya produktivitas tenaga kerja. Ia menghubungkan kenaikan itu dengan: (1) meningkatkan keterampilan kerja  
(2) penghematan waktu dalam memproduksi barang
(3) penemuan mesin yang sangat menghemat tenaga. Penyebab yang terakhir dari kenaikan produktivitas ini bukan berasal dari tenaga kerja tetapi dari modal.
                    Apa yang mengarahkan pada pembagian kerja adalah kecendrungan tertentu pada sifat manusia, yaitu kecendrungan untuk tukar-menukar, barter dan mempertukarkan suatu barang dengan barang lainnya. Akan tetapi, pembagian kerja tergantung pada besarnya pasar. Salah satu pemeo terkenal “pembagian kerja dibatasi oleh luasnya pasar.
c.  Proses pemupukan modal
Smith menekankan, pemupukan modal harus dilakukan lebih dahulu daripada pembagian kerja. Ia menulis: ”karena pemupukan stok dalam bentuk barang harus lebih dulu dilakukan sebelum pembagian kerja, maka pekerjaan hanya dapat dibagi lebih lanjut secara seimbang, jika stok lebih dulu diperbesar.” Seperti ahli ekonomi modern, Smith menganggap pemupukan modal sebagai satu syarat mutlak bagi pembangunan ekonomi; dengan demikian permasalahan pembangunan ekonomi secara luas adalah kemampuan manusia untuk lebih banyak menabung dan menanam modal. Oleh karena itu cara yang paling cepat adalah menanamkan modal sedemikian rupa sehingga dapat memberikan penghasilan yang paling besar kepada seluruh penduduk agar mereka sanggup menabung sebanyak-banyaknya. Dengan demikian tingkat investasi akan ditentukan oleh tingkat tabungan dan tabungan yang sepenuhnya diinvestasikan. Sebagaimana dikatakan Smith; “bagian yang ditabung tiap tahun oleh seseorang dengan segera dipergunakan sebagai modal.”
Mengapa para pemilik modal menanamkan modal? Menurut Smith, investasi dilakukan karena para pemilik modal mengharapkan untung, dan harapan masa depan keuntungan bergantung pada iklim investasi pada hari ini dan pada keuntungan nyata.
d.  Agen pertumbuhan
Menurut Smith, para petani, produsen dan pengusaha merupakan agen kemajuan dan pertumbuhan ekonomi. Adalah perdagangan bebas yang mendorong mereka memperluas pasar, yang pada gilirannya memungkinkan pembangunan ekonomi. Fungsi ketiga agen ini saling berkaitan erat. Bagi Smith pembangunan pertanian mendorong peningkatan pekerjaan konstruksi, dan perniagaan. Pemupukan modal dan pembangunan ekonomi terjadi karena tampilnya para petani, produsen dan pengusaha.
Proses pertumbuhan. Schumpeter menjelaskan pendekatan pertumbuhan ekonomi Adam Smith sebagai berikut: “dengan menganggap benar faktor-faktor kelembagaan, politik dan alam, Smith berangkat dari asumsi bahwa suatu kelompok sosial (atau suatu bangsa) akan mengalami laju pertumbuhan ekonomi tertentu yang tercipta karena naiknya jumlah mereka dan melalui tabungan. Ini mendorong “meluasnya pasar” yang pada gilirannya meningkatkan pembagian kerja dan dengan demikian meningkatkan produktivitas.
Menurut Smith, proses pertumbuhan ini bersifat menggumpal (kumulatif). Apabila timbul kemakmuran sebagai akibat kemajuan dibidang pertanian, industri manufaktur, dan perniagaan, kemakmuran itu akan menarik pada pemupukan  modal, kemajuan tekhnik, meningkatnya penduduk, perluasan pasar, pembagian kerja dan kenaikan keuntungan secara terus-menerus.

PENILAIAN
                 Teori Smith memberikan sumbangan yang besar dalam menunjukkan bagaimana pertumbuhan ekonomi terjadi dan faktor-faktor serta kebijaksanaan apa yang menghambatnya. Khusus dalam kaitannya dengan petani, pedagang dan produsen, ia menunjukkan betapa arti penting menabung dan memupuk modal serta pentingnya proses pertumbuhan yang berimbang. Disamping itu tentu teori Smith memiliki kelemahan tertentu.
v  Pembagian masyarakat secara lugasAlasan yang tidak adil bagi kegiatan menabung
v  Asumsi yang tidak realistis tentang persaingan sempurna
v  Pengabaian wiraswasta (pengusaha)
v  Asumsi yang tidak realistis tentang keadaan stasioner
PENERAPAN
                 Teori pembangunan ekonomi smith mempunyai kebenaran yang terbatas bagi Negara terbelakang. Dalam ekonomi serupa ini ukuran pasarnya kecil. Sebagai akibatnya kemampuan untuk menabung dan dorongan untuk investasi rendah. Luas pasar ditentukan oleh volume produksi yang akhirnya tergantung pada tingkat pendapatan. Disini kemampuan untuk membeli berarti kemampuan untuk memproduksi. Dan produktivitas dalam batas tertentu tergantung pada seberapa besar modal ditanam dalam produksi.

2.Teori David Ricardo

Seperti halnya Smith, David Ricardo juga mengungkapkan pandangannya mengenai pembagunan ekonomi dengan cara yang tidak sistematis dalam bukunya the principles of political economy and taxation diterbitkan 1917.
        Asumsi teori Ricardo. Teori-teori Ricardian diasumsikan pada asumsi bahwa:
Ø  Seluruh tanah digunakan untuk produksi gandum dan angkatan kerja dalam pertanian membantu menentukan distribusi industri;
Ø  “law of diminishing return”berlaku bagi tanah;
Ø  Persediaan tanah adalah tetap;
Ø  Permintaan akan tanah benar-benar inelastis;
Ø  Buruh dan modal adalah masukan yang bersifat variabel;
Ø  Keadaan pengetahuan teknis adalah tertentu (given);
Ø  Seluruh buruh dibayar dengan upah yang cukup untuk hidup secara minimal;
Ø  Harga penawaran buruh adalah tertentu dan tetap;
Ø  Permintaan akan buruh tergantung pada pemupukan modal; dan bahwa baik harga permintaan maupun penawaran buruh tidak tergantung pada produktivitas marginal tenaga kerja.
Ø  Terdapat persaingan yang sempurna;
Ø  Pemupukan modal dihasilkan dari keuntungan
Berdasarkan asumsi tersebut, Ricardo membangun teorinya tentang saling hubungan antara tiga kelompok dalam perekonomian yaitu tuan tanah, kapitalis dan buruh. Kepada mereka inilah keseluruhan hasil tanah dibagi-bagikan.
        Pembagian sewa keuntungan dan upah.  Dengan hasil gandum tertentu, andil masing-masing kelompok dapat ditentukan. Sewa per unit buruh adalah perbedaan antara produk rata-rata dan produk marginal. Atau keseluruhan sewa sama dengan perbedaan antara produk rata-rata dengan produk marginal dikalikan dengan banyaknya tenaga kerja dan modal yang digunakan dalam pengolahan tanah.
        Proses pemupukan modal. Menurut Ricardo, pemupukan modal merupakan keuntungan, sebab keuntungan merupakan kekayaan yang disisihkan untuk pembentukan modal. Pemupukan modal tergantung pada 2 faktor: pertama,  kemampuan untuk menabung.  Kedua, kemauan untuk menabung
        Tingkat keuntungan. Tingkat keuntungan = keuntungan/upah (keuntungan dibagi upah). Tingkat keuntungan sama dengan rasio keuntungan terhadap modal yang digunakan. Tetapi karena modal hanya terdiri dari modal kerja, maka keuntungan sama dengan rekening upah. Sepanjang tingkat keuntungan positif, pemupukan modal akan berlanjut.
        Kenaikan upah. Ricardo mencoba menunjukkan bahwa hanya dalam kondisi lain pemupukan modal akan mengurangi keuntungan. Didalam sistem Ricardo, upah memainkan peranan aktif dalam menentukan pendapatan antara modal dengan buruh. Tingkat upah meningkat bila harga barang yang dibutuhkan buruh meningkat.
        Berkurangnya keuntungan pada industri lain. Menurut Ricardo “keuntungan petani menentukan keuntungan seluruh usaha yang lain. Karena itu tingkat keuntungan uang yang diperoleh dari modal harus sama dengan keseimbangan, baik dalam pertanian ataupun dalam industri.
sumber lain pemupukan modal. menurut Ricardo, pembangunan ekonomi tergantung pada perbedaan antara produksi dan konsumsi. Karena itu ia menekankan pentingnya peningkatan produksi dan pengurangan konsumsi. Dalam istilah Ricardo”modal dapat dinaikkan dengan cara menaikkan produksi atau dengan mengurangi konsumsi yang tidak produktif.
ü  Pajak, adalah sumber pemupukan modal yang ada ditangan pemerintah. Menurut Ricardo, pajak dikenakan hanya untuk mengurangi konsumsi yang berlebihan.
ü  Tabungan, dibanding pajak, Ricardo lebih menyetujui pemupukan modal melalui tabungan. Tabungan dapat dibentuk dengan cara menghemat pengeluaran, memproduksi lebih banyak, dan dengan meningkatkan tingkat keuntungan serta mengurangi harga barang.
ü  Perdagangan bebas. Ricardo membela adanya perdagangan bebas. Perdagangan bebas merupakan faktor penting bagi pembangunan ekonomi suatu Negara. Keuntungan dapat terus-menerus tinggi.
PENILAIAN
        Ricardo adalah pelopor ahli ekonomi modern dan pendapatnya mengenai pertumbuhan ekonomi telah dianut oleh banyak kalangan. Pendapat-pendapatnya adalah sebagai berikut:
1.Pembangunan pertanian
2.Tingkat keuntungan
3.Pentingnya tabungan
4.Perdagangan luar negeri
5.Teori dinamisKELEMAHAN TEORI RICARDO
        Disamping kebaikan tersebut diatas, teori Ricardo mempunyai kelemahan tertentu yang akan dibahas dibawah ini.
a).Mengabaikan pengaruh tekhnologi
b).Pengertian yang salah tentang keadaan stasioner
c).Pengertian yang salah tentang penduduk
d).Kebijaksanaan pasar bebas yang tidak dapat diterapkan
e).Mengabaikan faktor-faktor kelembagaan
f).Teori Ricardo adalah teori distribusi, bukan teori pertumbuhan
g).Tanah juga menghasilkan selain gandum
h).Modal dan buruh bukanlah koefisien yang tetap
i).Mengabaikan tingkat suku bunga
j) Teori Ricardo dan Negara terbelakang

3.Teori Robert Malthus
 
Konsep pembangunan. Malthus tidak menganggap proses pembangunan ekonomi terjadi dengan sendirinya. Malahan proses pembangunan ekonomi memerlukan berbagai usaha yang konsisten dipihak rakyat. Jadi menurut Malthus proses pembangunan adalah suatu proses naik turunnya aktivitas ekonomi lebih daripada sekedar lancar-tidaknya aktivitas ekonomi.
Malthus menitikkan perhatian pada “perkembangan kesejahteraan”suatu Negara yaitu pembangunan ekonomi yang dapat dicapai dengan meningkatkan kesejahteraan suatu Negara.
Pertumbuhan penduduk dan pembangunan ekonomi. Pada bukunya principles of political economy, Malthus lebih realitas dalam menganalisa pertumbuhan penduduk dalam kaitannya dengan pembangunan ekonomi dibandingkan pada bukunya essay of population. Menurut Malthus pertumbuhan penduduk saja tidak cukup untuk berlangsungnya pembangunan ekonomi. Malahan, pertumbuhan penduduk adalah akibat dari proses pembangunan.
Peranan produksi dan distribusi. Malthus menganggap produksi dan distribusi sebagai “dua unsur utama kesejahteraan”.jika keduanya dikombinasikan pada proporsi yang benar, ia akan dapat meningkatkan kesejahteraan suatu Negara dalam waktu singkat.
Faktor-faktor dalam pembangunan ekonomi. Malthus mendefinisikan problem pembangunan ekonomi sebagai sesuatu yang menjelaskan perbedaan antara gross national product potensial (kemampuan menghasilkan kekayaan) dan gross national product actual (kekayaan actual).
PENILAIAN
            Teori Malthus mempunyai kelemahan tertentu:
a) Stagnasi sekuler tidak melekat pada akumulasi modal
b) Pandangan negatif terhadap akumulasi modal
c) Komoditi tidak dipertukarkan dengan komoditi secara langsung
d) Konsumen tidak produktif memperlambat kemajuan
e)  Dasar tabungan bersisi satu

4.Teori Mill

        Mill menganggap pembangunan ekonomi sebagai fungsi dari tanah, tenaga kerja dan modal. sementara tanah dan tenaga kerja adalah dua faktor produksi yang asli, modal adalah “persediaan yang dikumpulkan dari produk-produk tenaga kerja sebelumnya.

PENILAIAN
a) Keadaan stasioner bukan suatu realitas
b)Pikiran yang salah mengenai cadangan upah
c) Teori Malthus salah
d) Hukum mengenai hasil yang semakin berkurang tidak berlaku
e) Laissez-faire bukan suatu kebijaksanaan praktis.
Mill setuju dengan kebijaksanaan liberal dalam urusan ekonomi. Walaupun begitu, kebijaksanaan tersebut tidak praktis. Kenyataannya, tidak ada perekonomian yang dapat berfungsi jika didalamnya terdapat persaingan sempurna.

5.Teori Klasik
        Teori klasik dapat dijelaskan secara singkat sebagai berikut:
Kebijaksanaan pasar bebas. Ahli ekonomi klasik meyakini adanya perekonomian-persaingan sempurna-pasar bebas yang secara otomatis bebas dari segala campur tangan pemerintah. Yang memaksimumkan pendapatan nasional adalah “tangan-tangan tak kelihatan”
PENILAIAN
a.Mengabaikan kelas menengah
b.Melalaikan sektor publik
c.Meremehkan tekhnologi
d.Hukum yang tidak realistik
e. Pemikiran keliru mengenai upah dan keuntungan
f. Proses pertumbuhan yang tidak realistik
6.Teori Marxis
 

        Marx menyumbang kepada teori pembangunan ekonomi dalam tiga hal, yaitu: dalam arti luas memberikan penafsiran sejarah dari sudut ekonomi, dalam arti lebih sempit merinci kekuatan yang mendorong perkembangan kapitalis, dan terakhir menawarkan jalan alternatif tentang pembangunan ekonomi terencana.
PENILAIAN
a.Nilai lebih tidak realistis
b.Marx-Nabi palsu
c. Kemajuan tekhnologi bermanfaat didalam meningkatkan pekerjaan
d. Kecendrungan jatuhnya keuntungan tidak benar
e. Marx tidak memiliki fleksibilitas kapitalisme
f.  Teori siklus Marx adalah salah.
7.Teori Schumpeter
 
Makna pembangunan ekonomi. Pertama-tama Schumpeter mengasumsikan adanya perekonomian persaingan sempurna yang berada dalam keseimbangan mantap. Dalam keseimbangan yang mantap seperti itu terkandung keseimbangan persaingan sempurna: tidak ada laba, tidak ada suku bunga, tidak ada tabungan, tidak ada investasi dan tidak ada pengangguran terpaksa.

PENILAIAN
a.Keseluruhan teori Schumpeter didasarkan pada innovator yang dianggapnya sebagai pribadi yang ideal.
b.Menurut Schumpeter, pembangunan ekonomi adalah akibat dari proses siklis.
c. Pendapat Schumpeter bahwa perubahan siklis merupakan akibat inovasi juga tidak benar.
d.Schumpeter menganggap inovasi sebagai sebab utama pembangunan ekonomi.
e. Schumpeter dalam teorinya terlalu banyak menekankan pentingnya kredit bank.
f.  Analisa Schumpeter mengenai proses peralihan dari kapitalisme ke sosialisme tidak benar.


8.Teori  Keynes
 
        Pendapatan total merupakan fungsi dari pekerjaan total dalam suatu Negara. Semakin besar pendapatan nasional, semakin besar volume pekerjaan yang dihasilkannya, demikian sebaliknya. Volume pekerjaan tergantung pada permintaan efektif. Permintaan efektif menentukan tingkat keseimbangan pekerjaan dan pendapatan. Permintaan efektif ditentukan pada titik saat harga permintaan agregat sama dengan harga penawaran agregat.
        Dalam karangannya yang berjudul “economic possibilities for our grand children” Keynes mengemukakan serentetan syarat pokok kemajuan ekonomi, yaitu
(1) kemampuan kita mengendalikan penduduk
(2) kebulatan tekad menghindari perang dan perselisihan sipil
(3) kemauan untuk mempercayai ilmu pengetahuan, mempedomani hal-hal yang benar sesuai dengan ilmu pengetahuan
(4) tingkat akumulasi yang ditentukan oleh margin antara produksi dan konsumsi.

9.   Teori Rostow
 
a. Masyarakat tradisional
Masyarakat tradisional disini diartikan suatu masyarakat yang strukturnya berkembang disepanjang fungsi produksi berdasarkan ilmu dan tekhnologi pra-Newton dan sebagai hasil pandangan pra-Newton terhadap dunia fisika. Banyak tanah dapat digarap, skala dan pola perdagangan dapat diperluas, manufaktur dapat dibangun dan produktivitas pertanian dapat ditingkatkan sejalan dengan peningkatan penduduk dan pendapatan nyata.
b.  Pra-syarat tinggal landas
Pra-syarat tinggal landas didorong atau didahului oleh empat kekuatan: Renesans atau era pencerahan, kerajaan baru, dunia baru, dan agama baru/reformasi. Kekuatan ini menempatkan “penalaran” (reasoning) dan “ketidakpercayaan”(skepticism) sebagai pengganti ‘kepercayaan”(faith) dan kewenangan”(authority).

c.    Tinggal landas
Rostow mendefinisikan tinggal landas sebagai revolusi industri yang bertalian secara langsung dengan perubahan radikal didalam metode produksi yang dalam jangka waktu relatif singkat menimbulkan konsekuensi yang menentukan.
Tahap ini merupakan titik yang menetukan didalam kehidupan suatu masyarakat ‘ketika pertumbuhan mencapai kondisi normalnya. Kekuatan modernisasi berhadapan dengan adat-istiadat dan lembaga-lembaga. Dengan istilah kepentingan bersama itu Rostow menunjukkan “bahwa pertumbuhan biasanya berjalan menurut deret ukur, seperti rekening tabungan yang bunganya dibiarkan bergabung dengan simpanan pokok.
d.  Dorongan menuju kedewasaan
Rostow mendefinisikan sebagai tahap ketika masyarakat telah dengan efektif menerapkan serentetan tekhnologi modern terhadap keseluruhan sumberdaya mereka. Ia merupakan satu tahap pertumbuhan swadaya jangka panjang yang merentang melebihi masa empat dasawarsa.Pada waktu suatu Negara berada pada tahap kedewasaan tekhnologi, ada tiga perubahan penting yang terjadi:
*      Sifat tenaga kerja berubah.
*      watak para pengusaha berubah.
*      masyarakat merasa bosan pada keajaiban industrialisasi dan menginginkan sesuatu yang baru menuju perubahan lebih jauh.
e.   Masa konsumsi massal (era konsumsi massa besar-besaran)
Abad konsumsi massa besar-besaran ditandai dengan migrasi ke pinggiran kota, pemakaian  mobil secara luas, barang-barang konsumen dan peralatan rumah tangga yang tahan lama. Pada tahap ini,”keseimbangan perhatian masyarakat beralih dari penawaran ke permintaan, dari persoalan produksi ke persoalan konsumsi dan kesejahteraan dalam arti luas. Ada tiga kekuatan yang Nampak cenderung meningkatkan kesejahteraan didalam tahap purna dewasa ini:
ü  penerapan kebijaksanaan nasional guna meningkatkan kekuasaan dan pengaruh melampaui batas-batas nasional
ü  ingin memiliki satu Negara kesejahteraan dengan pemerataan pendapatan nasional yang lebih adil melalui pajak progresif, peningkatan jaminan sosial, dan fasilitas hiburan bagi para pekerja.
ü  keputusan untuk membangun pusat perdagangan dan sektor penting seperti mobil, rumah murah dan berbagai peralatan rumah tangga dan sebagainya
Faktor-Faktor Pertumbuhan Ekonomi             
v  Faktor Sumber Daya Manusia
Sama halnya dengan proses pembangunan, pertumbuhan ekonomi juga dipengaruhi oleh SDM. Sumber daya manusia merupakan faktor terpenting dalam proses pembangunan, cepat lambatnya proses pembangunan tergantung kepada sejauhmana sumber daya manusianya selaku subjek pembangunan memiliki kompetensi yang memadai untuk melaksanakan proses pembangunan.
v  Faktor Sumber Daya Alam
Sebagian besar negara berkembang bertumpu kepada sumber daya alam dalam melaksanakan proses pembangunannya. Namun demikian, sumber daya alam saja tidak menjamin keberhasilan proses pembanguan ekonomi, apabila tidak didukung oleh kemampaun sumber daya manusianya dalam mengelola sumber daya alam yang tersedia. Sumber daya alam yang dimaksud dinataranya kesuburan tanah, kekayaan mineral, tambang, kekayaan hasil hutan dan kekayaan laut.
v  Faktor Ilmu Pengetahuan dan Teknologi
Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang semakin pesat mendorong adanya percepatan proses pembangunan, pergantian pola kerja yang semula menggunakan tangan manusia digantikan oleh mesin-mesin canggih berdampak kepada aspek efisiensi, kualitas dan kuantitas serangkaian aktivitas pembangunan ekonomi yang dilakukan dan pada akhirnya berakibat pada percepatan laju pertumbuhan perekonomian.
v  Faktor Budaya
Faktor budaya memberikan dampak tersendiri terhadap pembangunan ekonomi yang dilakukan, faktor ini dapat berfungsi sebagai pembangkit atau pendorong proses pembangunan tetapi dapat juga menjadi penghambat pembangunan. Budaya yang dapat mendorong pembangunan diantaranya sikap kerja keras dan kerja cerdas, jujur, ulet dan sebagainya. Adapun budaya yang dapat menghambat proses pembangunan diantaranya sikap anarkis, egois, boros, KKN, dan sebagainya.
v  Sumber Daya Modal
Sumber daya modal dibutuhkan manusia untuk mengolah SDA dan meningkatkan kualitas IPTEK. Sumber daya modal berupa barang-barang modal sangat penting bagi perkembangan dan kelancaran pembangunan ekonomi karena barang-barang modal juga dapat meningkatkan produktivitas.


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar